Perawatan Sistem Bahan Bakar
Karburator dan Injeksi (EFI)
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:
- Menjelaskan fungsi dan prinsip kerja sistem bahan bakar karburator dan injeksi (EFI)
- Mengidentifikasi komponen utama kedua sistem tersebut
- Melakukan pemeriksaan, pembersihan, dan perawatan ringan sistem bahan bakar karburator maupun injeksi
- Mendiagnosis gangguan umum dan cara penanganannya
- Menunjukkan sikap teliti, disiplin, dan memperhatikan keselamatan kerja (K3) saat melakukan perawatan
B. Fungsi Sistem Bahan Bakar
Sistem bahan bakar pada sepeda motor berfungsi untuk:
- Menyimpan, menyaring, dan menyalurkan bahan bakar dari tangki ke ruang bakar
- Mencampur bahan bakar dengan udara dalam perbandingan yang tepat (idealnya 1:14,7)
- Mengatur jumlah campuran sesuai kebutuhan mesin (stasioner, akselerasi, beban berat, dll)
C. Jenis Sistem Bahan Bakar
| Jenis Sistem | Ciri Utama | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|---|
| Karburator | Campuran bahan bakar & udara dibuat secara mekanik dengan vakum | Sederhana, murah, mudah diperbaiki | Boros bensin, tidak ramah lingkungan |
| Injeksi (EFI) | Campuran bahan bakar & udara diatur secara elektronik (oleh ECU) | Irit, emisi bersih, tenaga stabil | Mahal, perlu alat scanner & sensor |
D. Komponen Sistem Bahan Bakar
1. Karburator
Komponen utama:
- Tangki bahan bakar
- Saringan bensin (fuel filter)
- Selang bahan bakar
- Karburator (float chamber, main jet, pilot jet, venturi, throttle valve, jarum skep)
- Katup gas dan tuas choke
Mencampur udara dan bahan bakar dengan perbandingan yang tepat sebelum masuk ke ruang bakar.
2. Sistem Injeksi (EFI)
Komponen utama:
- Tangki bahan bakar
- Fuel pump (pompa bahan bakar elektrik)
- Fuel filter (saringan bahan bakar)
- Fuel injector (penyemprot bahan bakar)
- Throttle body
- ECU (Electronic Control Unit)
- Sensor-sensor (TPS, MAP, IAT, ECT, O2 sensor)
Mengatur jumlah dan waktu penyemprotan bahan bakar secara otomatis berdasarkan data sensor.
E. Prinsip Kerja Singkat
1. Karburator
- Udara masuk melalui saringan udara → melewati venturi
- Udara cepat di venturi menyebabkan tekanan menurun
- Vakum ini menarik bensin dari ruang pelampung melalui jet
- Bensin bercampur dengan udara → masuk ke ruang bakar
2. Sistem Injeksi (EFI)
- Sensor membaca kondisi mesin (suhu, udara, kecepatan, beban)
- Data dikirim ke ECU
- ECU menghitung jumlah bahan bakar yang tepat
- Injektor menyemprot bahan bakar dengan tekanan tinggi ke throttle body
- Campuran udara dan bahan bakar masuk ke ruang bakar untuk dibakar
F. Langkah Perawatan Sistem Bahan Bakar
1. Karburator
🧰 Alat: obeng, kunci ring, pembersih karburator, kompresor udara, kain bersih.
🔹 Langkah-langkah:
- Lepas karburator dari mesin
- Buka mangkuk pelampung dan semprot bagian dalam dengan cairan pembersih
- Bersihkan main jet dan pilot jet dengan angin kompresor
- Periksa pelampung, jarum pelampung, dan katup jarum
- Pasang kembali dan atur idle speed serta air screw sesuai spesifikasi
2. Sistem Injeksi (EFI)
🧰 Alat: multimeter, fuel pressure gauge, scanner (OBD/ECU), pembersih injektor.
🔹 Langkah-langkah:
- Periksa kondisi tangki dan saringan bahan bakar
- Ukur tekanan pompa bensin (biasanya 294–343 kPa / 3–3,5 bar)
- Cek konektor sensor dan kabel injektor
- Bersihkan throttle body dengan cairan khusus (throttle cleaner)
- Gunakan alat ultrasonic cleaner untuk membersihkan injektor
- Gunakan scanner untuk membaca kode kerusakan (DTC)
Sistem Karburator
Komponen Utama
- Mangkuk karburator (float chamber)
- Pelampung (float) dan jarum pelampung
- Venturi dan main jet
- Pilot jet dan needle jet
- Throttle valve (katup gas)
- Choke valve
Perawatan Berkala
- Bersihkan karburator setiap 6 bulan
- Periksa dan bersihkan filter udara
- Cek kondisi pelampung dan jarum
- Bersihkan jet dengan kompresor
- Setel campuran udara-bahan bakar
- Periksa kebocoran pada gasket
Gejala Kerusakan
- Mesin sulit dihidupkan
- Konsumsi bahan bakar boros
- Tarikan mesin tidak responsif
- Mesin brebet saat akselerasi
- Bahan bakar merembes/bocor
Sistem EFI (Electronic Fuel Injection)
Komponen Utama
- ECU (Electronic Control Unit)
- Fuel pump (pompa bahan bakar)
- Fuel injector (injektor)
- Sensor MAP/MAF
- Sensor TPS (Throttle Position)
- Sensor O2 (Oksigen)
- Sensor suhu mesin
Perawatan Berkala
- Ganti filter bahan bakar sesuai jadwal
- Bersihkan injektor setiap 20.000 km
- Periksa kondisi fuel pump
- Cek konektor sensor secara berkala
- Scan ECU untuk deteksi error code
- Gunakan bahan bakar berkualitas
Gejala Kerusakan
- Lampu indikator check engine menyala
- Mesin tersendat atau mati mendadak
- Konsumsi bahan bakar meningkat
- Tenaga mesin berkurang drastis
- Mesin susah hidup saat pagi hari
G. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Hal-hal yang harus diperhatikan saat melakukan perawatan sistem bahan bakar:
- Matikan mesin dan lepas aki sebelum bekerja
- Hindari percikan api karena bensin mudah terbakar
- Gunakan sarung tangan, masker, dan kacamata pelindung
- Kerjakan di ruang dengan ventilasi baik
- Buang limbah bahan bakar sesuai aturan lingkungan
H. Gangguan Umum dan Solusinya
| Jenis Gangguan | Sistem | Penyebab | Solusi |
|---|---|---|---|
| Mesin susah hidup | Karburator | Jet tersumbat, bensin kotor | Bersihkan karburator & filter bensin |
| Mesin brebet / pincang | Karburator / EFI | Campuran udara–bensin tidak seimbang | Setel ulang atau periksa sensor TPS |
| Mesin boros bahan bakar | Keduanya | Pelampung rusak, injektor bocor | Ganti komponen rusak |
| Idle tidak stabil | EFI | Throttle kotor, ISC rusak | Bersihkan throttle body, cek ISC |
| Lampu MIL menyala | EFI | Ada sensor rusak / lepas | Cek dengan scanner dan ganti sensor |
Untuk sistem EFI, selalu gunakan scanner OBD untuk membaca kode error sebelum melakukan perbaikan. Untuk karburator, periksa kondisi fisik komponen terlebih dahulu.
Perbandingan Karburator vs EFI
| Aspek | Karburator | EFI |
|---|---|---|
| Prinsip Kerja | Mekanis, menggunakan kevakuman | Elektronik, dikontrol ECU |
| Efisiensi Bahan Bakar | Kurang efisien (±15-20 km/liter) | Lebih efisien (±25-35 km/liter) |
| Emisi Gas Buang | Lebih tinggi | Lebih rendah dan ramah lingkungan |
| Perawatan | Lebih sering, perlu pembersihan rutin | Lebih jarang, lebih praktis |
| Biaya Perawatan | Lebih murah | Lebih mahal (komponen elektronik) |
| Responsivitas | Kurang responsif | Sangat responsif dan presisi |
| Ketahanan Cuaca | Terpengaruh suhu dan ketinggian | Adaptif terhadap kondisi lingkungan |
| Harga | Lebih terjangkau | Lebih mahal |
Untuk sistem karburator, lakukan pembersihan menyeluruh minimal 2 kali setahun. Untuk sistem EFI, pastikan selalu menggunakan bahan bakar berkualitas dan lakukan scanning ECU secara berkala untuk deteksi dini masalah.
